Bermaknakah pengajaran matematika saya?
Sumber gambar: Microsoft Office D alam suatu pembelajaran matematika, saya dan mungkin sebagian besar dari kita pernah ditanya mengenai “apa sebenarnya tujuan kita mempelajari materi ini” oleh seorang siswa yang boleh jadi merupakan siswa yang jujur atau kritis terhadap pembelajaran. Siswa tersebut boleh jadi merupakan siswa yang merasakan ketidak bermaknaan pembelajaran matematika yang terasa jauh dari kehidupan mereka. Pembelajaran yang sering saya dan mungkin guru-guru lainnya hanya sekedar mengajarkan seperti menghitung luas trapesium, menjumlahkan dua bilangan pecahan yang berbeda penyebutnya, sifat-sifat bilangan bulat, membagi sudut menjadi dua bagian sama besar menggunakan penggaris dan kompas, dan lain-lain. Pembelajaran tersebut tidak lebih dari sekedar pengetahuan prosedural mengenai bagaimana mengerjakan soal-soal agar terjawab dengan benar. Ketika siswa mampu melakukan sesuai dengan prosedural, kita merasa bahwa siswa memahami pembelajaran dan menguasai skill (pen...